World Komunika Oryza

August 30th, 2008

Perempuan Dalam Iklan

Posted by oryzasinatra in All About Women

Idealisasi citra wanita cantik mengalami pergeseran. Cantik Di era modern saat ini dikonstruksi dengan representasi perempuan yang berkulit putih dan bercahaya, berpinggang ramping, berpayudara besar, padat serta berisi. Dulu ketika Indonesia masih dijajah, telah ada idealisasi wanita cantik, ” Wanita cantik, ideal adalah yang jarinya halus teratur rapat, kukunya bersih bersusun berkilat, rambutnya patah mayang ombak sibolga, hidungnya mancung raut Azia, giginya putih, bibirnya seperti sirih, kulitnya kuning merah berembun (Pramoedya Ananta Toer, 2001:91 dalam Rustandi, 2007:12).

Dengan demikian makna cantik abad ke-18 dan wanita cantik abad ke-21 dewasa ini telah mengalami pergeseran, meski terkontaminasi citra cantik perempuan Barat, wanita cantik abad ke-18 masih dapat mempertahankan warna kulitnya yang melayu:kuning/sawo matang, seperti kebanyakan masyarakat Indonesia atau rambutnya yang berombak.

Di era modern ini, kini terdapat pergeseran status, wanita cantik kulitnya harus putih, rambutnya harus panjang, lurus dan mengkilap. Lantas apa yang sebenarnya mendasari pola pikir atau mengubah secara radikal cara pandang masyarakat tentang idealisasi citra wanita cantik tersebut?. Dalam banyak iklan terjadi penekanan terhadap pentingnya perempuan untuk selalu tampil memikat dengan mempertegas kewanitaannya secara biologis, seperti berkulit putih terawat, bertubuh langsing, berambut panjang hitam legam dsb nya. Ini yang disebut sebagai Citra Perempuan dalam iklan televisi ( Tomagola, 1998: 333 - 334)

Sistem budaya komunikasi global lah yang telah menggeserkan, bahkan menghilangkan citra cantik versi masyarakat global yang ditawarkan oleh media televisi pada zaman ini – melalui iklan (Rustandi, 2007:17)

Berbagai pendekatan kritis terhadap televisi, dalam beberapa hal dibentuk oleh persepsi umum tentang medium, karenanya bersifat partikular. Televisi merupakan sumber pengetahuan transformasi informasi. Televisi mendobrak batas-batas geografis maupun kultural. Bahkan budaya menonton televisi disebutkan mampu menjadikan rasionalitas tidak berkembang dan hati nurani membeku (Mulyana, 1999:142) .Fiske melihat televisi sebagai sebuah praktik industrial atau sebagai produsen komoditas yang mencari keuntungan. Sebuah program pada level finansial adalah produk yang memiliki harga dan dijual kepada khalayak (bernilai ekonomi), namun pada level kultural program dimaknai khalayak dalam konteks nilai budaya.

Demikianlah televisi mendiami ranah kultur dan komersial pada saat yang sama. Kelangsungan hidup media televisi ditentukan oleh perolehan isi, penonton, dan terutama iklan. Iklan televisi telah menjadi komoditas masyarakat. Kehadirannya telah menjelma menjadi sebuah kekuatan super yang secara sukarela menyulap khalayak melakukan apa yang diinginkan oleh produsen produk yang diiklankan.

Lantas apa yang menjadi issues penting dalam konteks “perempuan di dalam iklan?”

Keindahan perempuan dan kekaguman laki-laki terhadap perempuan adalah cerita klasik dalam sejarah umat manusia. Namun, ketika perempuan menjadi simbol dalam seni-seni komersial seperti iklan dengan jalan mengkonstruksi realitas yang sesungguhnya, maka kekaguman terhadap perempuan itu menjadi sangat diskriminatif, tendensius, dan bahkan menjadi subordinasi dari simbol kegagahan laki-laki.

Bahwa perempuan adalah pelengkap dunia laki-laki. Bahwa ketertarikan seorang laki-laki kepada perempuan karena kecantikan yang menurut laki-laki adalah perempuan dengan prasayarat-prasayarat tersebut diatas- berkulit putih dan sebagainya, sehingga apabila perempuan tidak memenuhi prasyarat tersebut dianggap tidak memenuhi kriteria cantik.

Bias gender menjadi aura di segala lini kehidupan, juga di ruang publik – iklan media massa.
Citra perempuan dieksploitasi dalam teknik representasi yang hanya menguatkan distorsi dalam sosoknya, perempuan, tidak jauh dari sekitar body and beauty yang beast. (Ibrahim, 1998:vii)

Perempuan dalam iklan adalah tanda. Tanda yang mengacu pada tanda yang lain. Dalam masyarakat postmodern perempuan menempati posisi sebagai tanda yang berfungsi sebagai komoditi yang dibentuk oleh pelaku kapitalisme. Perempuan memainkan peranan dan posisi tertentu dalam pergulatan perebutan “tanda” dan makna sebagai refleksi perebutan pasar dari para pelaku kapitalisme itu sendiri. Di mana di dalam wacana media kapitalistik, kekuatan perempuan justru terletak pada kemampuan “rayuan”. Kekuatan ini lebih mendapatkan tempat lagi di dalam masyarakat konsumer sekarang ini , yang mana rayuan tersebut merupakan raison d’ etre dari ekonomi kapitalisme mutakhir.

Wacana ekonomi dipenuhi oleh berbagai strategi “tantangan”, persaingan, duel dan strategi penampilan melalui berbagai bentuk “rayuan”. Pertanyaannya adalah apakah perempuan akan tetap dikonstruksi berperan di dalam posisi dominan sebagai “perayu” di dalam jaringan “komunikasi” kapitalisme mutakhir, atau mengambil peranan lebih aktif dan seimbang di dalam jaringan produksi. Sudah seyogyanya skenario masa depan yang berkaitan dengan peran perempuan di dalam masyarakat, khususnya media dirancang lebih baik dari yang ada saat ini. Di mana di dalam skenario tersebut perempuan harus menempatkan citra dirinya secara lebih aktif, produktif dan adil dalam pecaturan media. Bila dalam skenario masa depannya, perempuan tetap mengambil peran sebagai “perayu” di dalam media, maka identitas media akan tenggelam di dalam hutan rimba citra, dan “aura perempuan” akan semakin larut di dalam “ephoria media”
(kutipan tugas akhir Pasca Marcomm Univ.Mercu Buana - in progress)

August 30th, 2008

Aku Seorang Muslimah!

Posted by oryzasinatra in Religion

Sebuah keinginan terdalam hati terpenuhi sudah. Secara fisik, aku telah berani melawan keraguan ku sendiri. Aku berhijab. Alhamdulillah!, setidak nya untuk diri ku sendiri, aku merasa bahwa aku telah mampu menunaikan sebagian kewajiban ku sebagai seorang muslimah.

Aku bahagia,
Karena aku terpilih untuk berhijab agar senantiasa mampu memelihara kehormatan ku, dan memperkuat agama ku.

June 16th, 2007

Hati Yang Bersih

Posted by oryzasinatra in Religion

Ustadz Arifin Ilham

Hati yang bersih adalah hati yang akan membawa kebahagiaan,
kesuksesan, kemenangan, kedamaian, dunia akhirat. Sungguh sukses
beruntunglah hamba Allah yang suci hatinya. Hati yang suci akan mudah
mengakses, menerima, hidayah - petunjuk Allah, rahmat - kasih sayang Allah,
maghfirah - ampunan Allah, inayah - pertolongan Allah, dan berkah demi
berkah.

Yang kedua, hati yang bersih, do’a pun menjadi mustijabah. Karena tidak ada
hijab, tidak ada yang menghalangi dia dekat dengan Allah, karena bersih
hatinya, bening.

Kemudian yang ketiga, hati yang bersih, subhanallah, kalau ia bicara,
bicaranya pun menjadi hikmah. Qoulan tsakila, kata-kata yang berbobot.. Dan
kalau hamba Allah yang hatinya bersih itu bicara, orang akan mendengar,
orang akan menyimak, dan mudah mendapatkan hikmah, al ilmu dari mereka yang
hatinya bersih.

Hati yang bersih, subhanallah, bersemainya sifat-sifat yang mulia. Ikhlash,
sabar, syukur, qona’ah, tawadhu, tawakal, dan sebagainya, subur sekali
sifat-sifat mulia tumbuh bersemai di hatinya. Kemudian hati yang bersih
mudah meraih kekhusyu’an, mudah menerima ilham, intuisi-intuisi kebaikan dan
perbaikan.

Hati yang bersih, subhanallah, akan mendapat kedudukan yang mulia,
maqoomammahmuudah. Hati yang bersih, subhanallah, pusat perhatian para
malaikat. Seperti bintang di tengah malam, menyala-nyala, mengundang
perhatian para malaikat. Sehingga malaikat mendekatinya dan terus memujinya
dan mendoakannya, agar ia terus dalam kebersihan, dalam kesucian di hadapan
Allah.

Kemudian hati yang bersih, subhanallah, akan membuat hati itu bercahaya.
Hati yang bercahaya akan menerangi pikirannya, bicaranya, penglihatannya,
pendengarannya, tubuhnya bercahaya. Hai akhlak yang mulia. Kemudian ia
bercahaya, maka siapapun yang mendekati dirinya akan merasakan berkah dari
cahaya yang ada pada dirinya. Jangankan dia, orang mendekat dia pun akan
merasakan keberkahan-Nya. Kalau suami hatinya bersih, istrinya pun
mendapatkan keberkahan. Kalau istri hatinya bersih insya Allah suami pun
mendapat keberkahan dari Allah. Kalau orang tua bersih hatinya insya Allah
anak-anaknya pun mendapat keberkahan dari Allah. Kalau pemimpin hatinya
bersih insya Allah rakyat pun mendapatkan keberkahan dari kebersihan
hatinya.

Hati yang bersih, firasatnya sangat tajam. Hati yang bersih, syaithon tidak
dapat menguasainya, silau mata syaithon melihat hati hamba Allah yang
bersih, karena memancar cahaya.

Karena itu kita mohon kepada Allah agar hati kita dibersihkan oleh Allah
SWT, diampuni dosa-dosa yang mengotori hati kita, diperbaiki akhlaq buruk
yang menjadi hijab di hati kita. Sehingga dengan hati yang bersih kita
mendapatkan keberkahan demi keberkahan.

March 29th, 2007

Bisakah Kita Terus Bermimpi

Posted by oryzasinatra in Good Words

Suatu hari, aku sempatkan datang ke sebuah Kuliah Umum di sebuah Universitas. Hari itu, pembicaranya adalah seorang Perempuan. Seorang Pejuang. Kerap aku dengar namanya tertulis di Media Massa. Ia tak pernah henti kan langkahnya buat sesuatu yang ia yakini. Dari 2 jam diskusi yang berlangsung, aku menyimpan dalam memory pikiranku sebuah kata yang sederhana, yang dulu sama sekali tak bermakna buatku. MIMPI. DREAM. Ini sebuah tulisan pendek atas ulasanku atas sebuah hal berjudul MIMPI

………….Mimpi adalah sebuah awal perjalan dari segumul hasrat atas sesuatu yang kita impikan bisa menjadi hal nyata. …………Mimpi adalah awal dari sebuah cerita yang terputar dalam pusaran waktu, yang terbangun dari khayal dan cita-cita untuk sebuah hal yang nyata. ………..

Dari Mimpilah kita bisa terbangun, apakah kita bisa lebih baik dari Hari Ini?……

March 22nd, 2007

Menjadi Ibu

Posted by oryzasinatra in Being A Mom

Dulu gak pernah kebayang deh gimana rasanya jadi seorang Bunda. Seorang Ibu. Awal-awal setelah menikah dan mulai kepikiran untuk punya anak, hati mulai ketar-ketir. Bisa gak ya aku jadi Ibu?Gimana nanti kalau anakkuyang baru lahir perlu sesuatu dan aku gak “Ngeh” karena gak experienced jadi Ibu?? Seperti biasa kalau aku mau ngadepin ujian, aku mulai rajin baca, entah dari buku, entah brosing2 di internet, dari proses kehamilan (aku baca Majalah Seri Ayah Bunda yang judulnya “9 Bulan dalam kandungan”) ampe gimana caranya ngerawat Bayi (kalau ini aku musti makasih bgt sama adek iparku, yang kasih “Kitab Suci” ngerawat Bayi dari 0-1Thn).Alhamdulillah, sekarang aku gak takut lagi jadi Bunda.Malah aku gak nyesel musti ninggalin karirku jadi PR (Public Relations) dan merubah tittle PR itu jadi “Perempuan Rumahan” alias Ibu RT:)Ternyata benar apa yang suamiku bilang,”Jadi Ibu itu adalah tugas terberat tapi juga termulia di dunia ini” Alhamdulillah!!!:)

January 20th, 2007

It is About My Work Journey

Posted by oryzasinatra in Weblogs

Public Relations & Marketing Communication Activity , friendly atmosphere, absolute commitment, a strong sense of responsibility, detail-orientation energy and positive attitude are required..Have A Question in this Industry..

ABG..(Ask Bunda Ghaza)

« Previous Page