World Komunika Oryza

October 11th, 2008

Ummu Madrasatun ‘Ula

Posted by oryzasinatra in Being A Mom

…Jika kita mengaku sebagai orang yang perduli dengan ayat-ayat Alah, seharusnya kita wajib mengembalikan posisi perempuan ke tempat yang sangat terhormat sebagai Ummu Madrasatun ‘Ula, Sang Pendidik Utama di dalam keluarga, jadi bukan menyerahkan pendidikan anak-anak kita kepada pesawat teve, pembantu, atau guru yang datang ke rumah kita karena mendapat honor. Kita harus menentang dan menolak sunnah-Yahudi, walau langkah itu terkesan kurang populer di masa sekarang. Karena al-haq itu tetaplah al-haq, walau hal itu populer atau tidak..(eramuslim.com)

Cuplikan di atas sempat terbaca oleh ku, dan aku hanya bisa berkata dalam hati, Alhamdulillah. Alhamdulillah karena aku bisa di amanahi Alloh 2 mutiara hati, Ghaza& Ghasanni. Alhamdulillah karena aku berkesempatan merawat mereka 24 jam dengan tangan ku sendiri. Alhamdulillah karena aku bisa memberikan ASI eksklusif untuk Ghasanni. Alhamdullilah karena mereka aku selalu bersemangat menyelesaikan Master ku.

Tadi malam aku sempat membuka dan membaca lagi majalah Parenting ku. Ada sebuah artikel bagus tentang bagaimana “berat” nya menjadi seorang ibu. Jadi Ibu adalah kerja 24 jam non stop (mungkin 24 jam saja masih kurang ya?:)), tanpa jeda istirahat formal, plus teriakan, tangisan, rengekan yang kalo semua nya di ladeni bisa bikin jantung makin cepat berdebar, menahan emosi jiwa. Susah kah jadi ibu yang sendiri turun tangan merawat buah hati tercinta? Bisa ku jawab dengan pasti, TIDAK - SELAMA KITA IKHLAS MELAKUKAN NYA.  That was I did. Bisa jadi orang pertama yang tahu, tumbuh gigi baru di mulut Almas, bisa jadi interpreter sejati untuk celotehan Almas, jadi sebuah hal priceless bagi ku. Di artikel itu, yang membuatku sangat bahagia adalah, bahwa tugas ku sekarang (yang maha penting di bandingkan saat aku duduk menjadi Head of PR di Pusat Perbelanjaan besar di Jakarta itu) adalah masa menanam, dan kelak aku bisa menuai hasilnya. Ah, tidak. Sekarang pun aku sudah menuai. Hal di atas yang aku bagi barusan, itu adalah keuntungan ku. Ah, senang nya bisa jadi ibu!



Leave a reply